dekorasirumahjati.com – Tabanan lagi punya kabar yang nggak boleh di lewatkan nih. Dua tempat bersejarah yang udah lama jadi kebanggaan warga sekarang lagi sat-set diproses buat resmi naik kelas jadi cagar budaya. Kabar ini langsung bikin banyak orang auto penasaran sama cerita di balik tempat tersebut.
Read More : Isya Tabanan
Yang bikin makin seru, dua lokasi ini bukan cuma estetik buat dipandang. Di dalamnya masih tersimpan jejak sejarah, peninggalan kuno, sampai benda-benda yang punya vibes spiritual yang kuat. Nggak heran kalau proses penetapannya benar-benar digarap serius biar nggak asal jadi.
Puri Kaba-Kaba Auto Curi Spotlight, Jejak Sejarahnya Bikin Melongo
Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan lagi gercep ngebut proses penetapan Puri Kaba-Kaba di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri. Tim langsung sat-set turun ke lapangan buat ngumpulin data dan ngecek semua peninggalan yang ada supaya prosesnya mulus tanpa drama.
Targetnya sih, kalau semuanya lancar, status cagar budaya bisa resmi dikantongi sekitar bulan September. Tapi tenang aja, prosesnya nggak bakal asal gas karena semua data wajib dikulik habis-habisan biar hasilnya benar-benar valid.
Yang bikin Puri Kaba-Kaba auto bikin salfok adalah bangunan korinya yang disebut punya vibes arsitektur Majapahit. Sekali lihat aja udah bikin orang langsung ngerasa lagi balik ke masa kerajaan zaman dulu.
Belum lagi ada arca Dwarapala sama Yamaraja yang bikin nilai sejarahnya makin tebal. Penemuan ini jelas bikin Puri Kaba-Kaba bukan sekadar bangunan tua, tapi harta karun sejarah yang wajib dijaga habis-habisan.
Baca juga: Gas Pol, Savate Tabanan Siap Lahirin Atlet Kece yang Bikin Nama Daerah Makin Bersinar
Pura Pucak Geni Nggak Mau Kalah, Aura Spiritualnya Auto Bikin Kagum
Nggak cuma Puri Kaba-Kaba yang lagi jadi omongan. Pura Pucak Geni di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, juga lagi masuk daftar calon cagar budaya yang lagi digodok sama Dinas Kebudayaan.
Di kawasan pura ini masih ada banyak batu bersejarah yang sampai sekarang tetap dijaga dan disakralkan warga. Ditambah lagi ada lingga, yoni, sampai batu alam yang dipercaya punya energi spiritual tinggi. Pokoknya vibes sakralnya masih kerasa banget. Meski kelihatannya udah siap, tim pendataan tetap nggak mau buru-buru kasih label cagar budaya.
Semua bukti sejarah masih dikupas satu per satu biar nggak ada data yang kelewat dan hasil akhirnya benar-benar mantap. Soalnya, urusan warisan budaya nggak bisa asal sat-set. Semua peninggalan harus dipastikan nilai sejarahnya supaya tetap terjaga dan nggak hilang dimakan zaman.
Tabanan Auto Gercep Jaga Warisan Budaya Biar Makin Keren
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, Ni Luh Nyoman Sri Suryati, bilang kalau proses ini jadi bukti kalau Tabanan nggak main-main buat ngerawat warisan budayanya. Bahkan masih ada beberapa lokasi lain yang lagi antre buat diusulkan jadi cagar budaya berikutnya.
Sampai tahun ini aja udah ada tiga objek yang resmi menyandang status cagar budaya kabupaten. Artinya, upaya pelestarian sejarah terus dikebut biar generasi berikutnya tetap bisa kenal sama peninggalan leluhur yang super berharga.
Tiga pura yang udah lebih dulu resmi ditetapkan adalah Pura Margatelu, Pura Luhur Puseh Bedha, dan Pura Penataran Ulun Danu Beratan. Ketiganya sekarang jadi bukti nyata kalau menjaga sejarah itu nggak boleh setengah-setengah.
Kalau prosesnya lancar jaya, Puri Kaba-Kaba sama Pura Pucak Geni tinggal nunggu waktu buat resmi nyusul. Auto bangga sih, karena makin banyak warisan budaya Tabanan yang tetap eksis, makin keren juga cerita sejarah yang bisa diwarisin ke anak cucu nanti.




