dekorasirumahjati.com – Tabanan auto rame banget gara-gara jadi tuan rumah Rembug Utama dan Grand Opening Expo KTNA Nasional. Acara Rembug KTNA Nasional ini sukses nyedot perhatian banyak orang karena jadi tempat kumpulnya petani, nelayan, pejabat, sampai berbagai pihak yang sama-sama peduli sama masa depan pangan Indonesia.
Read More : Rs Puri Bunda Tabanan
Nggak cuma jadi ajang kumpul-kumpul, acara ini juga penuh obrolan penting soal gimana caranya bikin sektor pertanian dan perikanan makin kuat. Pokoknya, semua yang hadir auto kompak cari ide dan solusi biar ketahanan pangan Indonesia makin mantap di tengah tantangan zaman.
Petani dan Nelayan Auto Jadi MVP, Perannya Nggak Bisa Dianggap Remeh
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya langsung kasih apresiasi buat para petani dan nelayan yang udah kerja keras menjaga kebutuhan pangan. Menurutnya, mereka bukan sekadar profesi biasa, tapi punya peran gede banget buat masa depan Indonesia.
Sanjaya juga ngingetin lagi pesan Bung Karno yang bilang kalau urusan pangan itu soal hidup dan matinya sebuah bangsa. Jadi, masalah pangan nggak bakal kelar cuma modal nyinyir, saling nyalahin, atau lempar kritik doang. Semua orang harus ikut turun tangan cari solusi.
Makanya, Rembug Utama dan Expo KTNA Nasional dianggap jadi momen yang super penting. Di sinilah semua pihak bisa duduk bareng, tukar pikiran, berbagi pengalaman, sampai ngebahas berbagai tantangan yang lagi dihadapi petani dan nelayan.
Sanjaya juga ngajak semua peserta buat nggak cuma jadi penonton. Semua harus gercep baca situasi dunia, cari peluang baru, dan sama-sama gaspol mewujudkan ketahanan pangan supaya Indonesia makin kuat menghadapi berbagai tantangan global.
Baca juga: Misteri Mayat di Hutan Jatiluwih Mulai Terbongkar, Faktanya Bikin Melongo
Auto Teken Kerja Sama, Teknologi Pertanian Siap Naik Level
Sebagai bukti kalau acaranya bukan sekadar seremoni, Bupati Tabanan langsung menandatangani kesepakatan bersama dengan KTNA Nasional. Isinya soal kerja sama dalam penerapan teknologi pertanian, teknologi perikanan, dan penguatan ketahanan pangan.
Harapannya, kerja sama ini bisa bikin sektor pertanian dan perikanan makin berkembang. Nggak cuma petani dan nelayan yang dapat manfaat, tapi ekonomi daerah dan sektor pariwisata Tabanan juga diharapkan ikut kecipratan dampak positifnya.
Yang bikin makin keren, acara ini juga jadi tempat saling berbagi ilmu. Petani, nelayan, ahli pertanian, petani milenial, sampai pejabat pemerintah bisa tukeran pengalaman dan inovasi biar hasil produksi makin maksimal.
Ilmu yang didapat di forum ini diharapkan nggak berhenti jadi bahan diskusi doang. Semua inovasi itu diharapkan langsung diterapkan di lapangan supaya hasil pertanian dan perikanan Indonesia makin mantap dan bisa bersaing.
Pesan Bung Karno, Pangan Nggak Boleh Sampai Krisis
Kepala BPSDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga ikut ngasih semangat ke seluruh peserta. Ia kembali ngingetin pesan Bung Karno kalau pangan itu adalah penentu hidup dan matinya sebuah bangsa. Jadi, urusan ini jelas nggak boleh dianggap sepele.
Menurut Dedi, negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri bakal tetap kuat berdiri. Sebaliknya, kalau urusan pangan sampai bermasalah, dampaknya bisa ke mana-mana dan bikin kondisi negara ikut terganggu.
Mewakili Menteri Pertanian, Dedi juga menegaskan kalau nggak bakal ada Indonesia yang kuat tanpa sektor pertanian. Nggak ada pangan tanpa petani dan nelayan, jadi peran mereka wajib banget dihargai dan terus didukung.
Dedi juga ngingetin kalau sekarang banyak negara lagi dihantam krisis pangan. Makanya, semua pihak diajak auto kompak menjaga pertanian, mendukung petani dan nelayan, serta terus memperkuat ketahanan pangan biar Indonesia tetap aman dan nggak ikut kena dampaknya.




